Ilustrasi. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Nurul Amalia, anak ketiga dari Munif Hariyanto (50), korban penusukan yang tewas di Jalan Jakarta, Perak, Surabaya, pada 25 Februari 2025, akhirnya angkat bicara.
Munif, warga Perum Giri Asri Blok K, Kebomas, Gresik, menjadi korban penusukan oleh tiga orang saat perjalanan pulang dari acara Haul di Jatipurwo, Semampir, Surabaya.
BACA JUGA:
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya oleh Aremania, 24 Orang Diperiksa Polisi
- Polrestabes Surabaya Tangkap Pelaku Pembunuhan di Pragoto, Kapolrestabes Sebut Aksi Tunggal
- Polisi Tangkap Pencuri iPhone di Surabaya
Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap dua dari tiga pelaku pada Senin (3/3/2025).
Kedua pelaku yang ditangkap adalah SA (33) dan H (40), yang berperan sebagai eksekutor, serta Gus Firdil (36), yang diduga menjadi otak di balik aksi penusukan tersebut.
Sementara itu, satu pelaku lainnya, MT, masih dalam pengejaran. Nurul berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang masih buron dan memberikan hukuman tegas kepada semua pelaku.
"Kami meminta Polres Tanjung Perak segera menangkap pelaku yang masih buron dan menindak tegas para pelaku, tanpa memandang status mereka," akunya, Kamis (6/3/2025).
Menurut Nurul, Gus Firdil, yang merupakan teman lama ayahnya, diduga menjadi dalang di balik penusukan ini. Gus Firdil, warga Jalan Tanah Merah Utara IX, juga dikenal sebagai kerabat dekat pendiri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya.
"Keluarga kami masih bertanya-tanya apa motif di balik tindakan ini," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




