Bupati Situbondo terpilih, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Rencana 5 hari sekolah yang dilontarkan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menuai kritik berbagai kalangan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo, Fathor Rakhman, Senin (10/3/2025) kemarin.
"Keberatannya atau tidak ada solusi anak pulang sekolah pukul 2, pukul 4 sudah ngaji Alquran," kata Ketua Tanfidziyah PCNU Situbondo, Kiai Muhyiddin Khotib, kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (11/3/2025).
Menurut dia, 5 hari sekolah bisa diterapkan asal kurikulum muatan lokal bisa diintegrasikan.
"Terkecuali jadwalnya include, terakhir ada pendidikan agama, tanpa terkuali di madrasah maupun umum," ujarnya.
Ia mengusulkan agar tenaga pengajar untuk muatan lokal diambilkan dari guru Madrasah Diniyah (madin).
"Perhatikan kompetensi, kuasai ilmunya dan bagaimana pengamalannya," cetusnya
Bupati Situbondo disarankan untuk memikirkan ulang rencana 5 hari sekolah.
"Kalau belum ada solusi, pikirkan ulang," ucap Ketua Tanfidziyah PCNU Situbondo.
Hal senada juga diutarakan Ketua PC LP Ma'arif NU Situbondo, Muhammad Faris. Ia merasa keberatan dengan rencana penerapan 5 hari sekolah, karena Madin dan TPQ yang diatur pemerintah daerah perlu dipikirkan juga.
"Kalau pulang sampai sore, terus gimana madin dan TPQ. Madin jam berapa, setelah maghrib mereka ngaji di musholla atau langgar," tuturnya.






