Rencana 5 Hari Sekolah Bupati Situbondo Tuai Kritik

Rencana 5 Hari Sekolah Bupati Situbondo Tuai Kritik Bupati Situbondo terpilih, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan NU itu meminta pemerintah daerah untuk memikirkan dampak dari penerapan 5 hari sekolah.

"Dampaknya tenaga pengajar madin dan TPQ mau dikemanakan?," keluhnya

Sedangkan Ketua PC RMI Situbondo, Kiai Abdul Fattah, meminta Bupati Situbondo untuk memikirkan ulang rencana menerapkan 5 hari sekolah dengan mempertimbangkan eksistensi Madin dan TPQ.

"Tidak mempunyai waktu, Karena Madin dan TPQ ini memperkuat akidah ahlussunnah wal jamaah," ujarnya.

Ia membuka diri untuk membahas keberadaan Madin dan TPQ terhadap rencana itu.

"Kalau mau ditata harus ada rembuk bersama," katanya.

Salah satu pengasuh Ponpes Nurul Wafa Demung Besuki menegaskan penolakan atas rencana Bupati Situbondo.

"Kalau dipaksakan, kita menolak tegas," sebutnya.

Sedangkan wakil sekretaris Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah menyebutkan lembaga pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah sudah menerapkan 5 hari sekolah sejak Menteri Pendidikan, Muhajir EfFendi.

"Pendidikan agama kurang di sekolah, jadi mulai pukul 2 sampai 4 diisi dengan Pendidikan keagamaan," ucapnya.

Diinformasikan bahwa eksistensi Madrasah Diniyah dan TOQ sudah diatur oleh Pemkab Situbondo dalam Perda Nomor 7 tahun 2017 Tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah. Namun Perda itu belum diterapkan maksimal oleh Pemkab Situbondo. (sbi/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO