Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad, saat menyapa balita. Foto: Ist
"Mari kita bergandengan tangan dan berkolaborasi dengan Posyandu, Puskesmas, serta berbagai pihak terkait untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan balita stunting di Kota Kediri," ujarnya.
Senada dengan Faiqoh, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Arief Cholisudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam menghadirkan Ramadan yang ramah anak sekaligus menekan angka stunting.
"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa stunting berawal dari pola asuh yang kurang tepat. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita memiliki kewajiban untuk terus meng-upgrade diri, menyesuaikan pola asuh dengan kondisi saat ini," katanya.
Ia juga memaparkan bahwa upaya kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri menunjukkan hasil positif dalam penurunan angka prevalensi stunting.
"Tahun lalu, kami berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 2 persen, dari sebelumnya 6 persen menjadi 4 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara seluruh OPD di Kota Kediri, masyarakat, dan para kader yang terus bergerak bersama," ucapnya.
Sebagai bagian dari upaya nyata, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim, dhuafa, dan balita berisiko stunting. Masing-masing anak menerima bantuan berupa uang saku dan paket sembako. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka bersama dan salat Magrib berjamaah. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




