KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: BANGSAONLINE.com
Ia pun menirukan perkataan Mahfud MD, bahwa jika program hilirisasi Presiden Prabowo bisa jalan, contoh seperti hasil tambang, maka masing-masing orang Indonesia bisa mendapatkan Rp20 juta setiap bulan.
Ditegaskan juga, korupsi, jual beli jabatan, dan fee proyek tidak boleh ada di Kabupaten Mojokerto.
"Saya sangat ikhlas dengan membiayai pilkada hingga puluhan miliar. Namun, saya tidak punya keinginan sama sekali uang saya kembali. Saya hanya ingin terwujudnya Indonesia maju, adil, dan makmur. Saya akan terus memberikan bantuan,” tegas Kiai Asep.
Dismping itu, pihaknya tidak akan membuat perusahaan agar mendapatkan proyek dari kabupaten.
“Tidak benar, kalau ada orang yang mengatasnamakan kami untuk menipu-nipu, seperti kemarin menawarkan jual-beli jabatan dan hal negatif lainnya. Itu oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya akan secepatnya mensosialisasikan tidak boleh ada fee proyek dan proyek harus transparan,” terangnya dihadapan ratusan tamu yang hadir.
Kiai Asep juga mengimbau agar seluruh kepala desa bersatu dalam membangun Mojokerto. Pihaknya berharap, agar tidak ada kepala desa yang terprovokasi pihak yang memecah belah persatuan.
“Karena dengan Bersatu, apa yang menjadi cita-cita luhur untuk Indonesia maju, adil, dan makmur bisa terwujud," terangnya. (ris/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




