Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib (lima dari kiri), saat memimpin doa dalam istighosah di Rutan Banjarsari. Foto: Ist
Ia juga mengimbau agar warga binaan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Pada Hari Raya Idul Fitri mendatang, mereka (warga binaan) yang memenuhi syarat akan diusulkan untuk mendapatkan remisi.
"Momentum bulan Ramadan ini manfaatkanlah sebaik-baiknya. Mungkin di luar puasanya banyak yang bolong, tetapi di sini semoga bisa penuh. Terlebih, bisa berkumpul dengan para kiai," kata Yuliawan.
Sementara itu, Ketua Baznas Gresik, Muhammad Mujib, berharap agar kerja sama antara MUI, pihaknya, dan Rutan dalam pembinaan keagamaan dapat terus berlanjut.
"Semoga berkat salawat, kita semua mendapat syafaat Nabi. Apa yang kita lakukan pun diridai Allah, terlebih di bulan suci Ramadan ini," tuturnya.
Sedangkan Sekretaris Umum MUI, Makmun, sekaligus Pengelola Pesantren At-Taubah, mengajak para santri untuk turut mendoakan berbagai pihak yang mendukung kegiatan di Rutan.
"Kami memohon doa kepada para santri At-Taubah agar mendoakan MUI, Baznas, Kopsyah MUI, dan Markaz Bait Al-Musa'adah (MBM) supaya senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah untuk terus melanjutkan bimbingan keagamaan di Rutan Gresik," paparnya.
Majelis Istighosah ini mengusung tema 'Menempa Jiwa Melalui Istighosah, Meraih Ampunan dan Berkah'. Acara diawali dengan pembacaan istighosah, dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam yang diiringi oleh grup banjari At-Taubah.
Seluruh personel grup banjari merupakan warga binaan sekaligus santri Pesantren At-Taubah. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




