Gubernur Khofifah saat melantik Kholilurrahman dan Sukriyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melantik KH. Kholilurrahman sebagai Bupati Pamekasan, dan Sukriyanto sebagai Wakil Bupati Pamekasan periode 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (19/3/2025) malam.
Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 100.2.1.3-1997 Tahun 2025 tanggal 17 Maret 2025 tentang perubahan kedua atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Kabupaten dan Kota Hasil Pemilihan Kepala Derah Serentak Tahun 2024 Masa Jabatan Tahun 2025-2030.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan pesan penting yang harus dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan adalah menyiapkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selambat-lambatnya dalam waktu 6 bulan.
Ia pun menekankan agar RPJMD yang disusun di tingkat kabupaten/kota berseiring dengan RPJMD provinsi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Jadi PR yang sangat mendesak yang harus dilakukan adalah bagaimana menyiapkan rencana awal RPJMD kabupaten Pamekasan," ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan beberapa hal di luar Asta Cita dan Quick Win yang menjadi konsen pemerintah pusat saat ini, yakni terkait Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih yang segera direalisasikan di Jawa Timur.
"Bupati/wali kota sudah kami undang di Gedung Negara Grahadi, mendengarkan langsung penjelasan dari Kementerian, supaya mereka paham format sekolah ini seperti apa. Berikutnya adalah koperasi desa ini seperti apa," katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menambahkan mengenai posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang menjadikan provinsi ini berkontribusi besar terhadap terwujudnya swasembada pangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




