Ilustrasi. Foto: Freepik
BANGSAONLINE.com - Hari raya Idul Fitri semakin dekat, salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah mengenakan baju baru.
Bagi banyak Umat Islam, memakai baju baru saat Lebaran melambangkan kebersihan, serta kemenangan setelah menjalani puasa selama sebulan penuh.
BACA JUGA:
- Rayakan Idulfitri 1447 H, Wali Kota Pasuruan Ajak Masyarakat Tetap Jaga Hawa Nafsu dan Kesederhanaan
- Ponpes Al Falah Gelar Salat Id Jumat, Pengasuh: Berdasarkan Metode Hisab
- Megasurya Mas Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Warga Desa Tambakrejo dan Tambak Sawah
- Bupati Kediri Tegaskan OPD Pelayanan Publik Tak Berlakukan WFA
Memakai baju baru saat Idul Fitri memiliki makna simbolis yang mendalam. Lebih dari sekadar tradisi, memakai baju baru juga merupakan bentuk perayaan dengan cara yang istimewa.
Namun, penting untuk diingat bahwa makna dari tradisi ini tidak hanya terletak pada baju baru itu sendiri, tetapi juga pada kesadaran akan nikmat dan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT.
Sunnah dalam Islam, untuk mandi dan memakai wewangian sebelum berangkat menuju tempat sholat Ied serta mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Ali ra. (cucu Rasulullah SAW), yang berkata:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنَا فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَحْسَنَ مَانَجِدُ، وَأَنْ نَتَطَيَّب بِأَطْيَبِ مَانَجِدُ، وَأَنْ نُضَحِّيَ بِأَغْلَى مَانَجِدُ
Artinya: "Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan menyembelih kurban hewan termahal yang mampu kami sediakan." (HR Al-Hakim).
Hadis ini menunjukkan bahwa mengenakan pakaian terbaik saat hari raya merupakan sunnah yang dianjurkan. Namun, yang terpenting adalah mensyukuri nikmat Allah dan merayakan kemenangan dengan kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama. (mg4)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




