SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak pada Jumat (20/2/2026), Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat sejumlah capaian sektor pendidikan melalui implementasi Nawa Bhakti Satya ke-6, Jatim Cerdas.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyatakan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai program strategis telah dijalankan dan sebagian melampaui target.
“Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Jumlah ini menuntut strategi pemerataan yang serius. Alhamdulillah, banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Dalam aspek pembiayaan, Bantuan Siswa Miskin (BSM) terealisasi sebesar Rp46,826 miliar untuk 46.826 siswa. Sementara itu, revitalisasi gedung sekolah tidak layak mencakup 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK senilai Rp544,4 miliar, serta 67 SLB dengan anggaran Rp56,3 miliar.
Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) terealisasi Rp1,274 triliun untuk 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur. Selain itu, BOSDA Madin mencapai Rp198,5 miliar bagi 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota.
Dindik Jatim juga menambah satu sekolah Taruna, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro. Dengan begitu saat ini, ada enam SMAN Taruna di Jawa Timur.
Yakni SMAN Taruna Nala, SMAN 3 Taruna Angkasa, SMAN 5 Taruna Brawijaya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara, SMAN 1 Taruna Madani dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja.
"Ibu Gubernur dan Pak Wagub Emil tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan non akademik siswa. Dengan adanya enam sekolah ketarunaan ini, bu Khofifah berkeinginan kedepan ada pemimpin bangsa yang dicetak dari Jawa Timur. Nasionalisme kita bentuk sejak SMA dengan menghadirkan SMA Negeri Taruna. Di sana karakter mereka ditempa untuk disiapkan menjadi calon pemimpin bangsa,"paparnya.
Peningkatan sarpras pendidikan juga tak luput dari perhatian Gubernur Khofifah. Di tahun 2025, Pemprov Jatim telah merehabilitasi ruang kelas dengan anggaran Rp54,4 miliar untuk 119 SMA, Rp27,3 miliar untuk 86 SMK, serta Rp13,4 miliar untuk SLB. (dev/van)














