Tafsir Al-Anbiya' 108-109: Rasulullah SAW Pemimpin yang Tegas

Tafsir Al-Anbiya Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

“Qul”, katakan. Artinya, seorang pemimpin harus terbuka dan berani berkata lantang di hadapan publik sebagai kejelasan nyata, juga sebagai ekspresi, bahwa apa yang disampaikan adalah benar.

“Qul” adalah bukti nyata atas ketangguhan jiwa dan kemapanan keyakinan, sehingga apa yang ada dalam sanubari sama dengan apa yang ditunjukkan dalam sikap, sekaligus sama dengan apa yang diungkap dalam kata-kata. Itulah pribadi mukmin beneran, itulah pribadi muslim sungguhan.

Rasul itu berani berikrar bahwa apa yang disampaikan adalah wahyu dan bukan karangan sendiri, juga bukan kemauan sendiri. Semua itu paket mutlak dari Tuhan dan tidak satu pun ada yang bisa merekayasa.

Setelah ada penandasan seperti ini, maka wajib ada tindak lanjut, ada mengevaluasi atau cek lapangan, “fahal antum muslimun..?” Lantas, apa anda siap berislam... patuh?

Fahal antum muslimun”, adalah adalah panduan, adalah tuntunan bagi setiap pemimpin yang hendak melaksanakan program. Program wajib disampaikan secara terbuka dan mantap, meyakinkan dan membuat hati rakyat bangga karena bakal wujud hal besar yang bermanfaat.

Lalu direspons secara bagus dengan ikhtiar yang sungguhan dan sikap tawakkal yang totalitas. Muslim, artinya patuh, tunduk, dan melakukan apa yang mestinya harus dilakukan.

Dan mu’min artinya mantap, yakin akan kebenaran apa yang dilakukan, tanpa ragu, tanpa kecil hati karena di dalam dirinya ada Tuhan Dzat yang maha membantu.

Berbeda ketika seseorang menghadapi masyarakat yang tidak merespons, tidak mengindahkan, malah tak perhatian sama sekali. Alqur’an memberi instruksi: “faqul adzantukum ‘ala sawa’..”. tunggu sampai akhir sikap mereka. Lalu katakan: “bahwa kita berbeda dan siap-siap menghadapi kemungkinan terburuk”.

Artinya, seorang beriman wajib mempunyai kelengkapan dari berbagai hal demi kebaikan keislaman kita, termasuk berjaga-jaga jika terjadi konfrontasi dengan lawan. Alqur’an tidak menentukan, apa itu terjadi jarak dekat atau jauh. Walhasil, Alqur’an hanya tutur-tutur yang terbaik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pandemi, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Ajak Anggotanya Peduli Sesama':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO