Kabid Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Supriyatno.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Di tengah tantangan ketersediaan bibit tembakau, para petani di Kabupaten Blitar tengah menapaki langkah baru. Bukan sekadar menanam, mereka kini belajar menyemai harapan dari benih mentah hingga bibit unggulan yang siap tanam.
Semua dimulai dari sebuah langkah berani yang diambil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar melalui alokasi DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) tahun ini.
BACA JUGA:
- PAD Kabupaten Blitar 2025 Hampir Capai Target, Dewan Soroti Retribusi
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Bupati Rijanto Apresiasi DPRD atas Pengesahan Enam Perda Strategis untuk Kemajuan Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Revitalisasi Lahan Eks Pasar Kanigoro Jadi Ruang Publik
Kabid Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Supriyatno, menyebut program ini sebagai upaya menyeluruh membangun kemandirian petani.
“Kita ingin petani bisa mandiri, mulai dari persemaian hingga kelembagaan. Tidak lagi bergantung pada bibit dari luar daerah,” ujarnya.
Selama ini, kebutuhan bibit sering kali dipenuhi dengan mendatangkannya dari luar kota. Selain memakan biaya, ini juga menimbulkan ketergantungan yang menghambat produktivitas. Dari keprihatinan itulah muncul gagasan bagaimana jika petani sendiri yang menyemai.
Program ini bukan hanya sekadar pelatihan. Di lima kecamatan, Wates, Wonotirto, Gandusari, Selopuro, dan Talun, petani diajak memahami secara teknis bagaimana memperlakukan benih tembakau dengan tepat sejak hari pertama.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




