Tafsir Al-Hajj 12-14: Bertuhan Pepesan Kosong

Tafsir Al-Hajj 12-14: Bertuhan Pepesan Kosong Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Setelah diuraikan betapa meruginya orang-orang munafik yang pura-pura memeluk agama islam, lalu terbongkar sifat aslinya. Terbacalah dari perilakunya sendiri. Jika ekonominya berkembang, kondisinya membaik, maka tetap berislam dan jika sebaliknya, maka mereka murtad.

Lalu ayat kaji ini mempertegas keadaan semacam itu terhadap orang-orang kafir yang menyembah selain Allah SWT. Mereka menyembah benda mati yang tidak berefek apa-apa. Tidak membahayakan dan tidak pula memberi manfaat. Atau menuhankan apa saja yang justru negatifnya lebih banyak ketimbang manfaatnya.

Pesan dua ayat ini cukup tegas, bahwa menyembah apa pun atau menyembah siapa pun selain Allah SWT adalah kesesatan yang nyata, kekeliruan yang berat. Patung, berhala, dan sebangsanya, jangankan memberi manfaat kepada yang orang lain, merawat diri sendiri saja tidak bisa.

Kau hancurkan dia, dia pasti hancur. Kehujanan pun dia diam dan hanya diam. Memang benda mati. makanya, zaman Nabi Ibrahim A.S. dulu, patung sesembahan mereka dihancurkan. Mereka mengerti dan sangat sadar bahwa patung itu adalah benda mati yang tak bisa bicara.

Meskipun sudah sejelas itu, tapi tak semudah itu mereka - lantas - mau meninggalkan keyakinannya. Mereka tetap ngotot dan merasa beragama dengan benar. Malahan justru Ibrahim muda yang diolok-olok sebagai orang yang salah berkomentar.

Jadi, sejak zaman dulu orang salah tapi tetap ngotot dan meresa benar. Itulah “gawane menungso”. Rewel, membantah, ngeyel dan susah menyadari kekeliruannya. “wa kan al-insan aktsar syai’ jadala”. (al-kahf:54). Hal demikian terjadi pada manusia karena dia punya sifat sombong, angkuh, dan gengsi.

Apapun pembelaannya, apa pun argumentasinya, jika berkeyakinan ada Tuhan selain Allah SWT, semisal Tuhan manusia, Tuhan berjumlah lebih dari satu, patung, benda antik atau apa, pasti ada sisi kelemahan dan gugur. Itu pasti.

Pembelaan dengan bermacam-macam cara hanyalah mengada-ada dan mudah sekali dipatahkan. Menyembah selain Allah SWT bagaikan memburu pepesan kosong. Berharap mendapatkan besar, tapi nyatanya tak mendapat apa-apa.

Kemudian pada ayat berikutnya, Tuhan memberi arahan, bahwa, sudahlah, kalian jangan lagi bertuhan kepada selain Aku, jangan bertuhan kepada mereka yang tak punya apa-apa dan tak bisa apa-apa. Mereka itu, Aku yang menciptakan. Mereka itu sama dengan kalian, sama-sama makhluk.

Apa anda akan menyembah sesama makhluk. Kalian yang beriman kepada-Ku dan beramal kebajikan, pasti kelak akan mendapatkan surga yang sangat indah. Di sini, keimanan yang dibangun setelah kekufuran biasanya lebih kokoh. Hal itu karena sudah ada perbandingan sebelumnya. Lalu dipilih yang paling logik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO