Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: bangsaonline
“Jadi kiai besar itu Istimewa. Jadi kiai besar sekaligus pengusaha besar itu lebih istimewa. Tapi yang membuat lebih-lebih istimewanya adalah Kiai Asep itu ulama besar, pengusaha besar sekaligus dermawan besar,” tulis Dahlan Iskan dalam buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan yang mengisahkan perjuangan Kiai Asep yang merupakan putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding itu.
Dahlan Iskan juga menjuluki Kiai Asep sebagai “juara doa”. “Saya belum pernah menemukan ‘juara doa’ melebihi Kiai Asep. Banyak sekali orang yang percaya pada kekuatan doa. Tapi beliau adalah orang yang paling percaya pada kekuatan doa,” tulis Dahlan Iskan yang juga Ketua Dewan Pengawas Pesantren Sabilil Muttagien (PSM) di Magetan, yang menaungi 131 sekolah, termasuk Madrasah Aliyah.
Seperti ramai diberitakan, Dahlan Iskan menjadi tersangka bersama Nany Wijaya, salah seorang mantan direktur Jawa Pos yang kini mengeloa Tabloid Nyata. Dahlan Iskan dan Nani Wijaya menjadi tersangka setelah dilaporkan oleh Direksi Jawa Pos ke Polda Jawa Timur.
Kabarnya konflik itu terkait dengan Tabloid Nyata. Lalu siapa sebenarnya pemegang saham Nyata? “Saya sedang menceritakannya ke polisi, sehingga tidak bisa saya uraikan di sini. Pemeriksaan belum selesai. Tapi karena saya sudah diberitakan jadi tersangka, maka saya tegaskan tidak semua media yang saya pimpin adalah milik Jawa Pos,” tulis Dahlan Iskan di Disway.
Menurut Dahlan, ada beberapa (saja) bukan milik Jawa Pos. Termasuk Nyata. Ada riwayatnya mengapa begitu.
”Saya belum bisa ceritakan untuk menghormati pengadilan. Tapi pimpinan Jawa Pos yang sekarang, yang tidak tahu sejarah itu, menganggap Nyata miliknya. Jadilah sengketa. Jadi ini sengketa saham di Nyata. Bukan di Jawa Pos. Perdata,” beber Dahlan Iskan.
”Sidang perdatanya sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya. Tiba-tiba ada berita saya jadi tersangka,” ujar Dahlan Iskan lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




