Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mencatatkan sejarah baru melalui inisiatif kerja sama multisektor perlindungan hak perempuan dan anak yang pertama di Indonesia.
Kesepakatan tersebut diteken pada Selasa (29/7/2025) di Taman Candra Wilwatikta, Kabupaten Pasuruan, dan disaksikan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, dan Ketua PTA Surabaya, Zulkarnain.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Penandatanganan melibatkan berbagai elemen, mulai dari Dinas P3AK Jatim, pengadilan agama, organisasi perempuan seperti PW Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Jatim.
Serentak juga dilakukan penandatanganan antara Kepala Dinas P3AK Kabupaten/Kota se-Jatim dengan Ketua Pengadilan Agama di daerah masing-masing.
Khofifah menekankan, kolaborasi lintas sektor adalah kunci membentuk sistem perlindungan yang menyeluruh dan berkeadilan.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita ingin membangun sistem perlindungan yang komprehensif bagi perempuan dan anak, tidak sektoral, tetapi menyeluruh dan melibatkan semua unsur,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi pendekatan berbasis pentahelix yang menyatukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




