Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan), didampingi Wabup Asluchul Alif saat meresmikan SRMA 37 Gresik. Foto: Ist.
Langkah ini dilakukan agar SRMA 37 Gresik dapat mencontoh keberhasilan dan prestasi para alumni sekolah tersebut.
Apresiasi juga disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Zainal Arifin. Ia memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata," ungkapnya.
Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menyampaikan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.
"Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama," ujarnya.
Titik (45), salah satu warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, yang datang mengantar anaknya bersama Camat Manyar, mengaku sangat bersyukur.
"Saya sangat bersyukur dengan adanya Sekolah Rakyat yang juga menyediakan asrama ini. Anak saya bisa sekolah gratis dan tidak khawatir lagi bagaimana berangkat sekolahnya," ucapnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




