Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak para siswa untuk meneladani perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Singosari, K.H. Masjkur, mantan Menteri Agama sekaligus Pahlawan Nasional, yang estafet perjuangannya dilanjutkan oleh K.H. Tolchah Hasan, mantan Menteri Agama dan Rais Syuriah PBNU 2004-2010.
Keduanya memilki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan karakter akhlakul karimah. Ajakan itu disampaikan Gubernur Khofifah di hadapan para siswa dan wali murid dalam Peresmian Tahun Ajaran Baru 2025/2026 di Lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Ma'arif Singosari Malang, Sabtu (9/8/2025).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
"Bagaimana perjuangan beliau, pengorbanan beliau dan tentu penerus-penerusnya akan menjaga bagaimana sebuah pendidikan tidak hanya mengejar academic achievement, tapi membangun karakter, membangun akhlak mulia, dan membangun peradaban bangsa," kata Khofifah.
Untuk itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan itu penting sebagai pondasi untuk membangun karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa.
"Pendidikan yang tak hanya untuk memperkaya khazanah keilmuan, tapi juga karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa. Kita semua punya tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.
Khofifah juga menyatakan, penting membicarakan peradaban di tengah Clash of Civilizations selayaknya yang dikemukakan oleh Samuel P. Huntington. Terlebih dengan konflik-konflik global seperti Rusia-Ukraina, genosida Gaza, dan Kamboja-Thailand.
"Kita lihat timbul konflik yang semula mungkin mereka tidak pernah prediksi. Tapi bahwa itu kemudian merusak sendi-sendi sosial, sendi-sendi ekonomi, dan sendi-sendi kehidupan kekerabatan di antara mereka. Ini saya sampaikan karena membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia itu dimulai dari pendidikan dini di TK, SD, dan seterusnya," paparnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




