Gubernur Khofifah ketika memimpin panen dan percepatan tanam di Madiun.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Jumat (8/5/2026). Langkah tersebut menegaskan komitmen Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penggerak kedaulatan pangan berkelanjutan.
“Tidak sekedar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan tapi berkedaulatan pangan berkelanjutan,” kata Khofifah.
BACA JUGA:
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
Berdasarkan data BPS 2025, Jatim mencatat luas panen 1,84 juta hektare dengan produksi padi 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 12,60% dari tahun sebelumnya. Rilis BPS 4 Mei 2026 memproyeksikan produksi Januari-Juni 2026 mencapai 6,62 juta ton GKG, meningkat 5,28% dibanding periode sama tahun lalu.
Khofifah optimis surplus padi dan beras di Jatim cukup hingga tahun depan, bahkan membuka peluang ekspor. Ia menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester.
“Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tapi mereka juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” tuturnya.
Pemprov Jatim juga mendorong percepatan tanam dengan benih unggul bersertifikat, optimalisasi alsintan, pola tanam adaptif berbasis teknologi, penguatan irigasi, serta sistem pelaporan cepat jika terjadi bencana atau serangan organisme pengganggu tanaman.
“Panjenengan semua ini para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa,” ucap Khofifah.
Sementara itu, Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Tin Latifah, menyebut Jatim telah berkontribusi 238.000 hektare dari target nasional 1,7 juta hektare hingga Mei 2026.
Ia optimis peningkatan produksi padi Jatim sebesar 5% akan tercapai dengan mitigasi risiko puso akibat kekeringan maupun organisme pengganggu tanaman. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






