Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau rumah usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), simulasi pelaksanaan PTT, sekaligus meluncurkan program BSPS se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
Dalam kesempatan itu, Maruarar menyampaikan bahwa program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 hanya sekitar 3.000 unit, tahun ini meningkat menjadi 33.000 unit rumah.

“Bahagialah bisa membantu rakyat kecil. Tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur 33.000,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain bantuan perumahan, pemerintah juga mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta program PNM Mekaar yang menyasar kaum ibu.
Menurutnya, langkah ini penting agar keluarga penerima bantuan tidak hanya memiliki rumah layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi.
“Supaya kalau rumahnya rusak, bisa dibantu dengan kekuatan ekonomi keluarga,” katanya.
Maruarar juga mengapresiasi peran ibu-ibu di Surabaya yang tetap berjuang meningkatkan pendapatan keluarga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




