Kerusuhan DPRD Kabupaten Blitar Diduga Terhubung dengan Aksi Anarkis di Kediri

Kerusuhan DPRD Kabupaten Blitar Diduga Terhubung dengan Aksi Anarkis di Kediri Kondisi kantor DPRD Kabupaten Blitar saat kerusuhan.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan yang melanda Kantor DPRD Kabupaten Blitar pada Sabtu (30/8/2025) malam, hingga Minggu dini hari (31/8/2025) diduga bukan aksi spontan. 

Polisi menyebut massa yang datang dalam 4 gelombang merupakan bagian dari kelompok yang sama yang terlibat dalam kerusuhan dan pembakaran fasilitas publik di wilayah Kediri.

Berdasarkan pantauan BANGSAONLINE di lokasi, 3 ruangan di kantor DPRD hangus terbakar. Graha Paripurna, ruang Humas, dan sebagian ruangan di gedung belakang dilalap api setelah gelombang keempat massa menyerbu sekitar pukul 03.00 WIB. 

Sebelumnya, gelombang pertama hingga ketiga hanya merusak fasilitas dan sempat membakar tirai ruang rapat, namun api berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menyatakan bahwa eskalasi kerusuhan meningkat tajam saat gelombang terakhir datang dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

“Kalau saya hitung ada empat gelombang. Yang terakhir luar biasa banyak, mereka langsung membakar tiga ruangan,” ujarnya saat meninjau kondisi kantor pada Minggu (31/8/2025).

Meski sejumlah dokumen ikut terbakar, ia memastikan bahwa dokumen penting telah diamankan sejak sore hari.

“Kerusakan masih kami data, termasuk barang-barang yang ikut dibawa massa,” tuturnya.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menyebut massa yang menyerang kantor dewan merupakan kelompok yang sama dengan pelaku kerusuhan di Kediri dan penyerangan terhadap Mapolres Blitar Kota.

“Massa yang diamankan merupakan kelompok yang sama dengan pelaku kerusuhan di sejumlah daerah lain, termasuk pembakaran di DPRD Kota Kediri, Samsat Kediri, hingga DPRD Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Hingga tadi pagi, petugas pemadam kebakaran bersama staf DPRD masih melakukan pendinginan di lokasi. Beberapa anggota dewan juga terlihat meninjau langsung puing-puing ruangan yang terbakar. (ina/mar)