Mahasiswa aliansi Cipayung menyuarakan tuntutan di depan Forkopimda Kabupaten Pasuruan
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa dari kelompok aktivis Cipayung Pasuruan (GMNI, PMII, HMI, IMM) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD, Selasa (2/9/2025), mendesak pemerintah daerah dan legislatif bertindak tegas atas berbagai persoalan rakyat.
Ketua DPC GMNI Pasuruan, Dandi, menyuarakan enam tuntutan utama:
BACA JUGA:
- Unuba Pasuruan Buka 100 Kuota Kuliah Gratis bagi Mahasiswa Baru
- Kader PDIP di Kabupaten Pasuruan ini Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen ke Polisi
- Bus Trans Jatim Masuk Pasuruan pada 2027, Pemkab Tunggu Petunjuk Teknis
- Spa di HR Muhammad Diduga Pekerjakan Remaja di Bawah Umur, Kasatpol PP Surabaya Buka Suara
1. Penyelesaian pelanggaran HAM maksimal 30 hari.
2. DPRD Pasuruan diminta rekomendasikan RUU Perampasan Aset ke DPR RI.
3. Krisis kekeringan di Kecamatan Lumbang segera ditangani secara komprehensif.
4. Pemberantasan tambang ilegal di Banyu Biru dan Grati.
5. Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pemerataan pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur.
6. Hak akses layanan masyarakat bagi kaum miskin kota serta perhatian pada isu perempuan, pelecehan, kekerasan berbasis gender, dan kerusakan lingkungan.
“Kalau mahasiswa tidak dilibatkan dalam pengawalan, itu tanda ada permainan dalam pemerintahan. Kami menuntut transparansi!” tegas Dandi di tengah aksi.
Bupati Pasuruan, H.M. Rusdi Sutejo, yang hadir langsung menegaskan pihaknya tidak menutup mata.
Air Lumbang: Pemkab sudah mengajukan dana Rp60–80 miliar ke pemerintah pusat untuk membangun sistem gravitasi penyaluran air.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




