Program ini juga menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang mengeluhkan sulitnya akses transportasi ke sekolah, terutama di daerah jauh dari pusat kota.
Menurut Gatot, keluhan tersebut diterima melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi Dishub Jember, platform Wadul Gus’E, hingga aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat seperti Gus Fawait maupun anggota dewan.
Rute bus sekolah dimulai dari Balai Desa Karanganyar, melewati Jl. Ahmad Dahlan, Jl. Candradimuka, Simpang Tiga Glori, SMP 9 Muhammadiyah Watu Kebo, SMK Pancasila, SMA Bima, SMA I Ambulu, SMP 1 Ambulu, kembali ke SMP 9 Muhammadiyah, dan berakhir di titik awal.
Dishub Jember memastikan seluruh armada layak jalan serta dikemudikan pengemudi yang telah mendapat pelatihan keselamatan berkendara sesuai standar.
Selain meningkatkan keselamatan, program ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan siswa dan menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh anak di bawah umur yang kerap memicu kecelakaan.
Masyarakat diminta terus menyampaikan masukan maupun keluhan terkait layanan ini melalui akun Instagram resmi @dishub_jember, kanal aduan Wadul Gus’E di tautan https://wa.me/6281131111108, atau akun Instagram Gus Fawait. (nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




