JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Jember terus mempercepat proses penyaluran insentif bagi para guru ngaji.
Melalui koordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jember dan Bank Jatim, proses distribusi honorarium terus berjalan, dan pada Jumat (10/10/2025) kegiatan penyaluran dilanjutkan di wilayah Kecamatan Balung.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ribuan Guru Ngaji di Jember Sumringah, Insentif 2026 Cair Sebelum Idulfitri
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
Namun, proses ini sempat diwarnai isu tak sedap mengenai dugaan pungutan liar yang dialami sebagian penerima.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, dengan tegas menepis kabar tersebut dan menekankan bahwa tidak ada biaya apa pun yang dibebankan kepada guru ngaji.
“Kami tegaskan, tidak ada pemotongan atau bentuk pungutan apa pun dalam penyaluran honor ini. Kalau ada pihak yang mengaku mewakili instansi tertentu lalu meminta imbalan, mohon jangan dilayani dan segera laporkan,” kata Hafid dalam keterangan resminya, Jumat (3/10/2025).
Distribusi dana penghargaan ini dimulai sejak 10 September 2025 dan menargetkan 22.000 guru ngaji—jumlah terbanyak sepanjang pelaksanaan program ini.
Hingga kini, sekitar 40 persen dari total penerima telah menerima dana yang menjadi hak mereka.
Penyaluran dilakukan secara bertahap. Tahap pertama mencakup 15.175 penerima dari 23 kecamatan, disusul oleh tahap kedua yang menyasar 8 kecamatan dengan 6.761 penerima. Keseluruhan target diproyeksikan rampung pada 16 Oktober 2025.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




