Jokowi Bajak Kader Nasdem, Merayu Kader PKB dan PDIP untuk PSI

Jokowi Bajak Kader Nasdem, Merayu Kader PKB dan PDIP untuk PSI Mantan Presiden Jokowi pakai jaket berlgogo gajah, yakni logo parpol yang dipimpin putra ragilnya, Kaesang Pangarep. Foto: Kompas

Begitu juga Jokowi. Semakin banyak publik menghujat dan mempersoalkan ijazahnya yang juga diduga palsu. Yang menarik, baik Jokowi maupun Gibran sama-sama tak mau menunjukkan ijazahnya ke publik.

Bahkan Jokowi tidak hanya dihujat karena ijazanya yang diduga palsu, tapi juga karena selalu cawe-cawe politik, terutama untuk mempertahankan Gibran dalam dua periode.

Jokowi juga disorot publik karena proyek-proyek mercusuaranya menghambur-hamburkan uang dan menumpuk hutang luar negeri. Proyek IKN dan kereta cepat whoosh yang rugi triliunan telah menjadi peninggalan Jokowi yang sangat memberatkan pemerintah dan rakyat Indonesia.

Dulu Jokowi sempat berjanji bahwa dana untuk Pembangunan IKN 80 % berasal dari investor. Ternyata tak ada investor masuk. Bahkan justeru mengeruk APBN untuk membiayai proyek yang disebut-sebut mulai mangkrak itu.

Janji Gibran saat kampanye juga nol semua. Putra sulung Jokowi itu saat kampanye Pilpres berjanji akan menciptakan 19 juta lapangan kerja untuk menyerap para pengangguran di Indonesia. Tapi sampai sekarang janji itu tinggal janji. Bahkan Gibran tak mau membicarakan janji 19 juta lapangan pekerjaan itu. Yang dia lakukan hanya turun ke kampung-kampung untuk pencitraan.

Tak aneh jika kemudian muncul komentar-komentar pedas dari netizen.

“Wong Gibran sendiri dicarikan pekerjaan oleh bapaknya (Jokowi), mana bisa dia menciptakan 19 juta lapangan kerja,” kata netizen.

Memang ironis. Tapi Jokowi tampak abai terhadap berbagai kritik yang muncul dari masyarakat. Ia terus melakukan manuver untuk kepentingan politik anak-anaknya.

Akankah Jokowi bisa membesarkan PSI di tengah nama yang meredup dan reputasinya yang babak belur dihujat rakyat? Bukankah para pimpinan parpol yang mendukungnya pada Pilpres 2024 lalu sudah mulai menjauh? 

Bahkan mereka secara vulgar menyatakan akan mencalonkan Prabowo pada 2029 tapi soal cawapres nanti dulu. Tampaknya para pimpinan parpol juga sadar bahwa diri mereka jauh lebih pantas jadi cawapres ketimbang Gibran yang sudah jelas tak bisa berbuat apa-apa. Toh Jokowi sudah tak bisa lagi mengoptasi dan mengkriminalisasi mereka karena sudah lengser, betapapun mereka juga punya kasus hukum. 

Kita tunggu saja episode politik berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO