Salah satu peserta upacara peringatan hari sumpah pemuda yang ditandu karena pingsan saat di barisan. foto: suwandi/BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Peringatan upacara hari sumpah pemuda di alun-alun Kabupaten Tuban, Rabu (28/10) pagi diwarnai banyaknya peserta yang tumbang. Pantauan di lokasi, sekitar 40 lebih peserta upacara yang terpaksa ditandu keluar dari barisan, lantaran kondisinya drop.
Dari jumlah sebanyak itu, 4 peserta di antaranya mengalami sakit parah. Mayoritas mereka yang tumbang mengaku belum sarapan, lantaran jadwal upacara yang diterima para siswa terlalu pagi.
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
“Tadi belum sarapan, terus tiba-tiba kepala saya jadi pusing, dan tadi sempat jatuh juga,” ungkap salah satu peserta yang tumbang, IN (14), ketika ditemui BANGSAONLINE.com.
Kepala Bidang Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban, Dian Indera Asmara ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com membenarkan banyaknya peserta yang pingsan saat upacara. “Cukup banyak korban, mayoritas mereka dari kalangan pelajar,” terangnya.
Lanjut Dimas sapaan akrabnya, untuk mengatasi banyak siswa yang pingsan tersebut, petugas kesehatan sudah bersiaga termasuk dari rumah sakit dan puskesmas. Sehingga, korban yang berjatuhan tersebut dapat segera teratasi. Sedangkan, 4 peserta yang mengalami sakit parah juga langsung ditangani dan diperbolehkan pulang.
“Yang korban parah juga sudah teratasi, jadi mereka diperboehkan pulang,” tuturnya.(wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




