Petani binaan Petrokimia Gresik menjelaskan cara tanam dengan model smart green house dalam program Tameng. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik mengembangkan program Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau dikenal dengan nama Tameng di Kabupaten Malang.
Petrokimia Gresik mejelaskan, program ini telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
- Gelar Safari Ramadhan, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk Masjid dan Ponpes
Selain mampu mendongkrak produktivitas hortikultura, sekarang program ini bertransformasi menjadi living lab berbasis masyarakat sebagai model kolaborasi inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.
“Living lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani, bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program Tameng di Malang, Jumat (10/10/2025).
Sebagai living lab, tambahnya, Tameng sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian.
Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan.
“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah Tameng sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. Tameng membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. Tameng menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” bebernya.
Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. Sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, Tameng mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.
Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan, diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle, dan lainnya. Selain itu, Tameng saat ini juga telah memiliki rumah pengolahan limbah.
Para petani Tameng memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.






