Mochtar Lubis didampingi istrinya, Nyonya Moen, memperlihatkan buku tentang dirinya saat merayakan hari ulang tahun yang ke-70 di Jakarta, 1992. Foto: Koleksi TEMPO/ Donny Metri; 08D/437/1992.
12. Mudah meniru. Ini menunjukkan orang Indonesia kurang kreatif dan inovatif. Mudah meniru, namun tidak mengakui bahwa itu temuan orang.
Pidato kebudayaan Mochtar Lubis itu kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Tentu popular dan laris.
Menurut Nadya Karima Melati, meski pidato Mochtar Lubis itu disebut pidato kebudayaan, tapi pidato ini bukan sebuah pemaparan antropologis atau sosiologis. Melainkan protes politis kepada rezim Presiden Soeharto.

Mochtar Lubis, tulis Nadya, mengkritik watak masyarakat Indonesia yang telah membuat rezim Soeharto langgeng dan lestari. Artinya, rejim Orde Baru yang penuh korupsi dan otoriter bahkan fasis itu tidak berdiri sendiri tapi juga karena ditopang oleh masyarakat yang memiliki 12 ciri-ciri itu.
PROFIL MOCHTAR LUBIS
Mochtar Lubis adalah tokoh pers Indonesia. Sebagai wartawan ia sangat idealis. Seperti dilansir Tempo, korannya, Indonesia Raya dua kali diberangus, di zaman pemerintahan Bung Karno, dan di zaman Soeharto. Yang terakhir itu diberangus bersama koran lain setelah peristiwa ''Malari'', 1974.
Di zaman Bung Karno bahkan ia cukup lama meringkuk dalam tahanan. Ketika itu ia mendapat penghargaan Ramon Magsasay dari Filipina -- diambilnya delapan tahun kemudian, setelah bebas dari tahanan. Ketika bekas senator Filipina, Benigno Aquino, tertembak, Mochtar bersama enam cendekiawan lainnya mendatangi Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Ia protes.
Benigno “Ninoy” Aquino Jr memang sahabat karib Mochtar Lubis. Sama-sama wartawan. Tapi Aquino kemudian menjadi politisi Filipina. Aquino sempat berpesan kepada Mochtar Lubis agar jangan hanya menjadi penulis sejarah tapi jadilah aktor sejarah yang ditulis dalam sejarah.

Mochtar Lubis dan istrinya Nyonya Moen. Foto: Tempo
Sayang, Aquino terbunuh. Ia dibunuh pada 21 Agustus 1983 oleh orang-orang Ferdinand Marcos, presiden Filipina yang popular sebagai diktator. Aquino dibunuh di Lapangan Terbang Antarabangsa Manila saat pulang dari pengasingan dari Amerika Serikat.
Pembunuhan ini memicu gelombang protes dan berkontribusi besar pada jatuhnya rezim Marcos. Bahkan Corazon Aquino, istri Aquino, kemudian terpilih sebagai presiden Filipina.
Mochtar memang terkenal tega dan idealis. Tak mau kompromi. Mr. Moh Roem pernah berkata, ''Mochtar menyebut saya kepala batu. Tapi, dia sendiri kepala granit. Lebih keras dari batu.'' Namun, ucapan itu bukan pertanda permusuhan, mereka saling mengenal secara mendalam. Keduanya pernah meringkuk di penjara Madiun di zaman pemerintahan Bung Karno.
Lelaki dengan tinggi badan 182 sentimeter ini lahir di Sungaipenuh, Sumatera Barat, merupakan anak keenam dari sepuluh bersaudara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




