MALANG,BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang mengungkap penyebab cuaca panas yang melanda Malang Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.
Prakirawan BMKG Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan fenomena panas ini dipicu oleh pergeseran posisi semu matahari yang kini berada sedikit di selatan ekuator. Kondisi tersebut membuat sinar matahari terasa lebih terik dari biasanya.
BACA JUGA:
- Prakiraan Cuaca Lumajang Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Suhu 22-28°C, Kecepatan Angin 12.5 m/s.
- Cuaca Pamekasan Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Diperkirakan Cerah Berawan dengan Suhu 25-32°C
- Prakiraan Cuaca Kota Mojokerto Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Suhu 24-33°C, Kecepatan Angin 6.4 m/s.
- Prakiraan Cuaca Sumenep Hari ini Sabtu, 9 Mei 2026: Suhu 26-31°C, Kecepatan Angin 15.8 m/s.
“Sekarang posisi matahari sudah agak di selatan ekuator, jadi sinarnya lebih menyengat dan terasa panas,” jelas Linda, Kamis (16/10/2025).
Selain itu, angin timuran dari Benua Australia membawa massa udara kering yang mempersulit pembentukan awan hujan. Akibatnya, langit lebih cerah dan suhu permukaan meningkat.
“Udara kering dari Australia ini menyebabkan awan sulit terbentuk sehingga sinar matahari langsung terasa terik di permukaan,” tambahnya.
Linda menyebut, suhu udara maksimum di wilayah Malang Raya beberapa hari terakhir berkisar 30 hingga 32 derajat Celsius, sedikit di atas rata-rata normal sekitar 30 hingga 31 derajat Celsius. Sedangkan suhu minimum pada Oktober ini berada di kisaran 16 hingga 18 derajat Celsius.






