Syaikh Abdul Aziz Asy-Syahawi (duduk di kursi) dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, serta para kiai dan tokoh dalam acara shalat malam dan istighatsah juga tahlil di kediaman Ning Imah di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (17/10/2025) malam. Foto: bangsaonline
Ketiga, belatung. Yaitu larva dari lalat yang berbentuk seperti cacing kecil, berwarna putih atau krem, dan tidak memiliki kaki atau sayap. Belatung ada pada bahan organik yang membusuk seperti bangkai, sampah, atau buah yang rusak, bahkan daging manusia.
“Belatung memakan mayat. Kalau tidak ada belatung manusia tidak kuat mencium bau mayat yang membusuk,” kata Syaikh Syahawi.
Ia minta keluarga korban 67 syuhada sabar dan takwa.
Sebelumnya Kiai Asep memimpin shalat malam 12 rakaat. Kemudian dilanjutkan istighatsah dan tahlil.
Menurut Kiai Asep, doa yang diterima adalah doa para ahli tahlil.
“Doa itu diterima jika kita ahlut tahlil. Yaitu orang yang dominan membaca kalimat tauhid, laa ilaha illallah,” tegas ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Kiai Asep menegaskan bahwa korban reruntuhan mushala Al Khoziny mati syahid.
“Syahid akhirat, karena meninggal saat mencari ilmu,” katanya.
Selain itu, kata Kiai Asep, mereka juga meninggal saat shalat berjemaah dan karena tertimpa runtuhan bangunan.
“Mereka akan memberi syafaat kepada ibu dan bapaknya,” tegas kiai yang gemar bersedekah itu.
Kiai Asep mengecam keras terhadap orang yang membuat fitnah di media sosial. Yang menyebut ditemukan kerangka orang wanita di Al Khoziny. Ia minta Polda memproses secara hukum orang yang membuat fitnah dan hoax itu.
Kiai Asep juga mengecam Trans7 yang telah merendahkan kiai dan pondok pesantren. Menurut dia, Chairul Tanjung selaku owner Trans Media harus menindak tegas jajaran direksi yang telah menayangkan video yang menista KH M Anwar Manshur dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




