Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan KH Hasib Wahab, usai apel Hari Santri
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan juga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia diuji pertama kali di Surabaya, saat para santri menjadi ujung tombak dalam Perang 10 November 1945.
"Kita bisa katakan: yang mengerjakan ujiannya itu adalah santri," kata Gus Yahya menegaskan kembali pesan Presiden.
Sementara itu, KH Hasib Wahab, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, turut memberikan pesan inspiratif kepada para santri agar tetap optimis menghadapi berbagai tantangan zaman.
Gus Hasib mengutip bait legendaris dari lagu Yalal Wathan karya KH Wahab Hasbullah: “Siapa datang mengancammu, ’kan binasa di bawah dulimu.”
"Dari bait itu sudah jelas, siapapun yang mengancam NU akan hancur oleh dirinya sendiri. Maka mari kita tetap optimis, bahwa santri, kiai, pesantren, dan NU akan baik-baik saja," tegasnya.
Peringatan dua abad Bahrul Ulum menegaskan bahwa nilai-nilai pesantren, keikhlasan, perjuangan, dan cinta tanah air, tetap menjadi suluh dan arah bagi masa depan bangsa.
Salah satu latar belakang dipilihnya PP. Bahrul Ulum, Tambakberas sebagai tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional 2025 PBNU.
Karena di Tambakberas merupakan tempat lahirnya sosok motor penggerak Nahdlatul Ulama yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah dan mengintegrasikan spirit serta semangat 2 Abad PP. Bahrul Ulum, Tambakberas.
"Tambakberas tidak hanya merayakan usianya yang ke-200 tahun, tapi juga menegaskan eksistensinya sebagai rumah besar umat dan mercusuar peradaban santri Indonesia," pungkas Gus Hasib. (aan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




