Penyerahan santunan ke keluarga korban Ponpes Al Khoziny di Desa Wadungasih Buduran, Rabu (22/10/2025). foto ist
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo menggelar serangkaian kegiatan sosial dan keagamaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Diantaranya pemberian santunan kepada para santri dan keluarga korban musibah ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny yang berasal dari Sidoarjo, Rabu (22/10/2025).
BACA JUGA:
- Kasus Kematian Kades Buncitan Terungkap
- Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Prambon Sidoarjo, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Satlantas Polresta Sidoarjo Terjunkan Petugas Pendamping di Samsat, Urus Pajak Kendaraan Kini Lebih
- PCNU Bangil Tegaskan Legalitas Yayasan Pancawahana, Sudiono Fauzan: Kami Siap Tempuh Jalur Hukum
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menegaskan, Hari Santri bukan sekadar seremonial, melainkan ajang meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan pengabdian santri kepada negeri.
Ia menyebut, Nahdlatul Ulama serta pondok pesantren adalah lembaga yang sejak dulu hingga kini memiliki komitmen menjaga NKRI. "Tradisi pesantren adalah tradisi cinta tanah air,” tandas KH Zainal Abidin, Rabu (22/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Sidoarjo menyalurkan bantuan kepada 18 keluarga santri Ponpes Al Khoziny yang terdampak.
Bantuan diberikan dalam bentuk santunan tunai serta dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.
Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo, Dodi Dliya’uddin, menyatakan, penyaluran bantuan ini merupakan amanah moral yang harus dijalankan oleh NU sebagai organisasi yang berakar kuat di pesantren.
Pesantren itu bukan sekadar tempat belajar agama, tapi rumah besar peradaban Islam Indonesia.
"Maka ketika ada pesantren yang tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir, membantu, dan menenangkan hati keluarga yang sedang berduka,” tandas Dodi.
Dodi menambahkan, bantuan yang disalurkan Lazisnu bukan hanya bentuk simpati, tetapi juga simbol kehadiran NU di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




