Gubernur Khofifah saat mengikuti Jalan Sehat Santri di Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah membaur bersama ribuan warga dalam kegiatan Jalan Sehat Santri yang digelar di Lapangan Gajah Mada, Minggu (26/10/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU dan PC Muslimat NU Lamongan.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, diikuti oleh masyarakat dari berbagai kecamatan. Selain menjadi ajang silaturahmi dan olahraga bersama, acara ini juga menghadirkan berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan paket ibadah umrah.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
“Jalan sehat ini menggambarkan bagaimana masyarakat bergerak bersama dalam satu langkah, satu irama, dan satu tujuan. Inilah wujud semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa kita,” kata Gubernur Khofifah.
Ia menegaskan, semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan makna Hari Santri Nasional, sebagai momentum untuk meneguhkan kembali perjuangan kaum santri dan ulama dalam kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
“Dari Hari Santri, kita diingatkan pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, ketika para ulama, santri, dan rakyat bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu melahirkan nilai besar Hubbul Wathan Minal Iman, cinta tanah air bagian dari iman. Hari ini, semangat itu kita lanjutkan dalam bentuk jihad intelektual, jihad sosial, dan jihad moral,” paparnya.
Khofifah juga menekankan bahwa perjuangan santri tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Santri masa kini harus aktif mengawal kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata sesuai tema HSN 2025, 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia'.
“Santri masa kini dan masa depan harus berani tampil di lini ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan kepemimpinan tanpa kehilangan akar spiritual dan moralnya,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




