Para peserta Research and Innovation Day UB 2025.
BANGSAONLINE.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, meresmikan produk inovasi yang melibatkan Universitas Brawijaya (UB) dengan berbagai mitra Industri, salah satunya PT Eka Ormed Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara bertajuk Research and Innovation Day UB, Jumat (31/10/2025).
BACA JUGA:
- Gandeng FH UB, Rutan Bangil Perkuat Layanan Hukum Warga Binaan
- Unibraw Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra
- Apresiasi UB di Dies Natalis ke-63, Gubernur Khofifah Dorong SDM Unggul dan Inovasi Riset
- Anggota DPD Lia Istifhama Ajak Mahasiswa FISIP UB Pahami Politik Sebagai 'SENI' Berbasis Pancasila
Saat memberi sambutan, Prof. Brian menyampaikan bahwa industri Indonesia perlu bertransformasi menjadi industri berbasis sains dan teknologi, dengan dukungan riset dari kampus.
“Kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, kita membutuhkan aktivitas industri yang bangkit kembali di negeri ini,” ujarnya.
Menurut dia, sinergi antara kampus dan dunia usaha merupakan kunci dalam menciptakan produk unggulan nasional. Ia pun mengapresiasi UB atas kerja sama riset yang telah dijalin dengan berbagai mitra industri.
“Kami sangat senang para industri menjadikan mitra Universitas Brawijaya. Karena kampus adalah tempat orang-orang pintar berkumpul. SDM unggul di wilayah Malang ini banyak ada di UB dan kampus lainnya. Maka manfaatkanlah potensi itu,” ungkapnya.

Prof. Brian menekankan bahwa di negara-negara maju, pusat pertumbuhan ekonomi lahir dari lingkungan kampus yang memiliki fondasi riset dan inovasi yang kuat.
“Itu yang harus kita mulai sekarang. Industri berbasis sains dan teknologi, industri yang menggandeng riset dari kampus,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya hubungan timbal balik antara dunia riset dan dunia usaha. Kampus harus menghasilkan riset yang menjawab kebutuhan industri, sementara industri memberi ruang bagi hasil penelitian untuk berkembang menjadi produk nyata.
“Dari sinergi itulah muncul karya dan produk yang berbasis riset dan inovasi kuat. Di era persaingan global, kita tak bisa menunda lagi. Kita harus bersaing dengan produk luar negeri,” ujarnya.
Ia menyambut baik kerja sama UB dengan berbagai mitra industri, seperti dengan PT Eka Ormed Indonesia.
“Kami siap mendukung industri Bapak-Ibu. Kalau ada masalah, datanglah ke kampus. Karena kampus adalah tempatnya kajian dan penelitian untuk memberikan solusi,” tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




