“Penyelamatan ular oleh damkar, penerapannya harus sesuai SOP, dan penggunaan alat harus tepat untuk menyelesaikan situasi darurat dengan aman bagi semua pihak,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa prosedur standar, termasuk penggunaan tongkat penangkap ular, sarung tangan tebal, dan wadah transportasi yang aman, wajib dipatuhi.
Kesalahan kecil dapat berakibat fatal, seperti gigitan ular berbisa atau cedera bagi petugas.
Faruq juga memberi imbauan kepada masyarakat terkait langkah yang tepat saat menemukan ular.
“Jangan panik ketika bertemu ular, harus tenang, dan jangan menangkap sendiri. Hal ini untuk menghindari risiko,” ungkapnya.
“Warga disarankan hubungi pihak yang berwenang, pantau lokasi persembunyian ular dari jarak yang aman,” imbuhnya.
Faruq berharap pelatihan penyelamatan ular dapat diperluas kepada seluruh relawan damkar agar proses penanganan di lapangan semakin terkoordinasi dan aman. (adi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




