Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, memaparkan 2 inovasi unggulan daerah di Kovablik Jatim 2025.

Program ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan murid, meningkatkan literasi dan keterampilan, mengurangi limbah, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, PKK, dan BLH. Inovasi tersebut bahkan telah direplikasi di Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Malang.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama Pentas Gemilang. PKK hadir sebagai mentor keterampilan dan BLH sebagai mitra pembangun nilai. Ini contoh nyata bagaimana inovasi bisa menggerakkan banyak pihak,” ucap Adi.
Ditegaskan olehnya, inovasi merupakan bagian dari budaya kerja Pemkot Pasuruan.
“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Dua inovasi ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan,” pungkasnya.
Tahap presentasi Top 90 Kovablik Jatim 2025 menjadi momentum bagi Kota Pasuruan untuk menunjukkan kemampuan daerah menghadirkan inovasi adaptif, aplikatif, dan berdampak langsung. Pemkot optimis kedua inovasi ini dapat melaju ke tahap penilaian berikutnya. (par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




