Syaiful Bahri.
Kenapa sih ganti pemimpin harus selalu ganti total semua program? Apakah proyek dari bupati sebelumnya otomatis jadi "aib" yang harus disingkirkan?
Ini bukan soal Bapak Karna Suswandi atau Bapak Rio. Ini soal Uang Rakyat. Uang yang sudah dikeluarkan untuk perencanaan JLU, untuk studi kelayakan, dan untuk pembebasan lahan yang sudah berjalan, itu semua uang kita. Kalau dibiarkan mangkrak, namanya pemborosan gila-gilaan.
Bupati Rio dan timnya harusnya punya visi estafet. Kalau proyek JLU itu bagus dan solutif (dan memang terbukti solutif untuk urusan macet), ya lanjutkan, sempurnakan.
Bikin program baru boleh, tapi jangan sampai mengorbankan program strategis yang sudah di depan mata dan sangat dibutuhkan warga. Gengsi politik itu enggak sebanding dengan ratusan ribu jam waktu warga yang terbuang di kemacetan setiap tahun.
Harapan Kami, Warga Kota
Kami berharap, Bupati Rio segera menghidupkan kembali proyek JLU ini. Anggap saja ini legacy yang sudah disiapkan, dan tugas Bapak Rio adalah menyelesaikannya dengan gemilang.
Macet ini musuh bersama, dan JLU adalah salah satu senjata terbaik kita untuk mengalahkannya. Jangan sampai kita harus menunggu bupati berikutnya lagi untuk melihat truk-truk besar itu akhirnya punya jalannya sendiri.
Tolong, jangan biarkan JLU kita nyangkut di laci meja hanya karena beda era kepemimpinan!
*Penulis adalah wartawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




