Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Ia juga mengingatkan bahwa RJ dan Posbankum tidak dapat menyelesaikan kasus extra ordinary crime seperti korupsi, terorisme, dan narkoba.
"Masing-masing harus punya ketahanan untuk tidak mencoba narkoba, karena sekali mencoba akan ketagihan dan sekali ketagihan sama dengan menjemput kematian," tuturnya.
Selain itu, Khofifah meminta agar camat, sekcam, dan sekdes segera berkoordinasi jika puskesmas di wilayahnya tidak memiliki dokter gigi.
"Monggo panjenengan koordinasikan, karena pada dasarnya posisi dokter gigi di Jawa Timur sangat sangat mencukupi," imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya identifikasi potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan Desa Mandiri.
"Kemandirian desa menjadi bagian penting, maka dibutuhkan banyak inisiasi, inovasi dan kreativitas bagaimana penguatan ekonomi peningkatan kesejahteraan, dan pada saat yang sama penurunan kemiskinan bisa kita lakukan bersama," paparnya.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Jawa Timur menurun 0,29 persen pada periode Maret 2024-Maret 2025. Khofifah menuturkan sejumlah program strategis yang bisa diakses desa, seperti swasembada gula dan susu, serta Grand Parent Stock Indukan Ayam Petelur se-Indonesia di Malang.
"Ini sebetulnya menjadi ruang baru, peluang baru bagaimana desa mengakses program-program strategis nasional yang bisa memberikan penguatan lebih riil bagi warga panjenengan semua," pungkasnya. (cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




