Saat memungut sampah, individu maupun kelompok menanamkan cinta lingkungan, memperkuat gotong royong dan menumbuhkan kepedulian sosial.
"Inilah pengamalan nyata Satya dan Darma Pramuka yang tidak sekadar mengajarkan nilai kepedulian, tetapi menggerakkan anggotanya untuk bertindak sehingga menghasilkan pemandangan yang indah seperti laut yang bersih, hati yang jernih dan semangat kebersamaan yang tulus," tuturnya.
Ke depan, Khofifah akan terus melakukan kegiatan nandur mangrove. Direncanakan akan ada festival mangrove tanggal 22 Desember 2025 bersama Kaka Slank dan komunitasnya sehingga program ini bisa direplikasi di banyak tempat.
"Penguatan semua komitmen menjaga daya dukung alam dan lingkungan termasuk pengolahan sampah harus digalakkan dan di implementasikan bersama-sama," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Nur Arifin mengatakan dihadapan Pramuka ia menyampaikan semangat gotong royong telah ditunjukkan Gubernur Khofifah sebagai kepala daerah yang pertama kali mengirimkan sekaligus membantu korban bencana alam di Provinsi Sumatera.
"Semangat gotong royong telah dilakukan Gubernur Khofifah dengan membantu sesama yang sedang mengalami ujian hidup sehingga menjadi contoh nyata bagi teman-teman Pramuka untuk diterapkan," pungkasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




