Kepala DIndik Jatim, Aries Agung Paewai, saat memberi keterangan terkait bantuan pendidikan ke awak media. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) resmi menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik prasejahtera tahun ini. Bantuan tersebut dikucurkan melalui skema Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) dengan total anggaran Rp48,077 miliar untuk 48.077 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Jawa Timur.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan pencairan dilakukan langsung melalui rekening virtual (virtual account/VA) masing-masing siswa lewat Bank Jatim. Seluruh data penerima telah diverifikasi oleh cabang dinas dan pihak perbankan.
BACA JUGA:
- Dindik Jatim Pastikan SPMB 2026 Bebas Pungli dan Transparan
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
"Setiap anak punya virtual account sendiri. Pengambilan dana hanya bisa dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dengan membawa kartu pelajar dan KK. Tidak boleh ada guru, sekolah, atau pihak lain yang terlibat," ucapnya, Rabu (10/12/2025) malam.
Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta per tahun. Program ini menyasar siswa dari keluarga desil 1 dan 2 yang belum pernah mendapatkan bantuan pendidikan lain dari pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), guna mencegah tumpang tindih anggaran.
"Ini memang untuk anak-anak yang benar-benar belum terjangkau bantuan apa pun. Tujuannya agar tidak ada alasan ekonomi yang membuat mereka putus sekolah," kata Aries.
Ditegaskan olehnya, meski jumlah penerima belum mencakup seluruh peserta didik, bantuan ini dirancang untuk menutup celah bagi siswa rentan yang selama ini tidak tersentuh program pendidikan.
"Ini bagi yang memang betul-betul tidak masuk dalam bantuan pemerintah," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




