Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memotong pita sebagai tanda soft opening Museum Daerah Kabupaten Kediri. (Ist).
“Nanti kepada kepala Dinas Pendidikan akan saya instruksikan untuk mewajibkan seluruh siswa datang ke museum agar mengetahui akar budaya Kabupaten Kediri,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan soft opening museum berjalan lancar meski masih terdapat sejumlah keterbatasan.
Saat ini, museum baru menampilkan sekitar 50 artefak dari total 190 koleksi yang dimiliki.
“Kita masih memamerkan 50 artefak. Padahal kita punya sekitar 190 artefak. Ini masih arkeologika, padahal rencana ke depan museum ini juga akan menampilkan etnologika, seperti kesenian Tiban, wayang kucil, Jaranan Jowo, dan lainnya,” terangnya.
Menurut Mustika, kawasan museum memiliki luas hampir lima hektare, namun pemanfaatannya masih terbatas. Ke depan, akan dilakukan optimalisasi ruang pamer arkeologika dan etnologika, ruang pamer temporal, serta penyempurnaan interior dan eksterior.
Pada 2026, Pemkab Kediri juga merencanakan pembangunan fasad depan museum dan optimalisasi amphitheater yang akan difungsikan sebagai ruang pentas seni rutin bagi generasi muda.
“Itu target tahun depan, pembangunan fasad dan optimalisasi amphitheater,” ujarnya.
Untuk sementara, Museum Sri Aji Joyoboyo dibuka gratis bagi masyarakat dan beroperasi setiap hari kecuali Senin.
Ke depan, museum ini diarahkan menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya bernilai edukatif dan pelestarian, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah.
“Dari culture tourism, manfaatnya tidak hanya budaya dan edukasi, tetapi juga pengamanan benda purbakala dan dampak ekonomi yang ke depan bisa berkontribusi pada PAD,” tutup Mustika. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




