Bambang Iswahyoedhi, Ketua PWI Kediri Raya. Foto: Ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Raya menegaskan tidak pernah menjalin kerja sama dengan Aliansi Jurnalis Kediri maupun pihak mana pun terkait upaya “membackingi” institusi tertentu. Termasuk kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di wilayah Karesidenan Kediri.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedhi, menyusul munculnya tangkapan layar percakapan WhatsApp seseorang bernama Adi Cakra Kembar, yang mengaku sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Kediri.
BACA JUGA:
- Bakti Sosial HPN 2026, PWI Kediri Raya Salurkan Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim
- Permintaan Maaf Adi Surya ke PWI Kediri Raya Jadi Pelajaran Wartawan
- Wartawan Kediri Pertahankan Gelar Juara di KBAM 2025 Zona Timur Surabaya
- Di Era Digital, Komunitas Pers dan UNESCO Perkuat Perlindungan Pers Mahasiswa
Dalam percakapan itu, Adi Cakra Kambar menyebut ada kerja sama antara Aliansi Jurnalis Kediri dengan PWI Kota Kediri. Ia mengklaim bahwa aliansi jurnalis sepakat membantu samsat-samsat di wilayah Karesidenan Kediri dengan dalih sebagai tempat mencari rezeki.
Dalam percakapan itu juga menyebutkan bahwa pemberitaan negatif terhadap institusi tertentu dianggap dapat mempersulit jurnalis dalam mencari penghasilan. Bahkan ia mengancam akan melaporkan ke Dewan Pers.
Menyikapi hal ini, Bambang Iswahyoedhi menegaskan PWI sebagai organisasi profesi wartawan tidak pernah membenarkan praktik-praktik yang bertentangan dengan kode etik jurnalistik.
Ia memastikan PWI Kediri Raya berdiri independen dan tidak terlibat dalam upaya perlindungan atau pembelaan terhadap institusi tertentu demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




