KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - DPC PDI Perjuangan Kota Malang resmi memperkenalkan struktur kepengurusan baru periode 2025–2030 yang akan menjadi penggerak utama kerja-kerja kerakyatan partai selama lima tahun ke depan.
Perkenalan struktur kepengurusan tersebut digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Sabtu (3/1/2025), usai seluruh jajaran pengurus melaksanakan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, ziarah tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Proklamator Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum peneguhan kembali komitmen ideologis partai.
DPC PDI Perjuangan Kota Malang menegaskan bahwa ideologi partai berakar pada ajaran Marhaenisme Bung Karno, yang menempatkan keberpihakan kepada wong cilik dan kaum marhaen sebagai ruh perjuangan politik.
“Nilai inilah yang menjadi landasan moral dan ideologis dalam setiap kerja organisasi dan langkah politik PDI Perjuangan,” ujarnya.
Peneguhan ideologis itu juga diarahkan pada penguatan kaderisasi lintas generasi. DPC PDI Perjuangan Kota Malang memandang generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, sebagai subjek penting perjuangan politik di masa depan.
“Oleh karena itu, partai berkomitmen membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi kaum muda untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja politik, pengorganisasian masyarakat, serta perumusan gagasan dan kebijakan publik,” katanya.
Struktur kepengurusan baru yang berjumlah 15 orang diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi mampu menjadi kekuatan politik yang benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk memahami, merespons, dan turut menyelesaikan persoalan masyarakat Kota Malang, khususnya kelompok masyarakat kecil, pekerja, dan warga yang berada di pinggiran pembangunan.
Dalam konteks pelibatan generasi muda, DPC PDI Perjuangan Kota Malang menempatkan kerja politik sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian. Kaum muda didorong menjadi mitra strategis perjuangan yang kritis, kreatif, dan berani mengambil peran dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta keadilan sosial.
“Sebagai langkah awal, kami akan memperkuat bonding antara struktur partai dan masyarakat, termasuk komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa, dan kelompok kreatif,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




