Struktur kepengurusan baru yang berjumlah 15 orang diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi mampu menjadi kekuatan politik yang benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk memahami, merespons, dan turut menyelesaikan persoalan masyarakat Kota Malang, khususnya kelompok masyarakat kecil, pekerja, dan warga yang berada di pinggiran pembangunan.
Dalam konteks pelibatan generasi muda, DPC PDI Perjuangan Kota Malang menempatkan kerja politik sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian. Kaum muda didorong menjadi mitra strategis perjuangan yang kritis, kreatif, dan berani mengambil peran dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta keadilan sosial.
“Sebagai langkah awal, kami akan memperkuat bonding antara struktur partai dan masyarakat, termasuk komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa, dan kelompok kreatif,” ucapnya.
Setiap program dan gerakan politik ditegaskan harus berangkat dari kebutuhan riil warga. Dalam hal ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang diposisikan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Ke depan, kami akan melakukan konsolidasi menyeluruh dengan seluruh elemen struktur partai serta membuka ruang dialog bersama simpatisan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk generasi muda,” terangnya.
Konsolidasi tersebut diarahkan untuk menyusun program unggulan yang terukur dan menjawab tantangan kekinian, seperti persoalan lapangan kerja, pendidikan, lingkungan hidup, serta transformasi digital, dengan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.






