Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Jatim.
Ia juga menyinggung pembangunan kolam ikan lele yang terus ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan protein masyarakat.
Selain itu, terdapat pula program pembangunan Grand Parent Stock indukan ayam skala nasional serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor sekitar 200 ribu sapi dara bunting. Menurutnya, peluang tersebut harus dijawab dengan langkah konkret oleh Gerakan Pramuka.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar rencana, tapi plan of action yang jelas,” ujarnya.
Untuk itu, Khofifah meminta Kwarda Pramuka Jatim segera membentuk desk-desk kerja di luar Satuan Karya (Saka) guna memetakan peran sekaligus menyusun rencana aksi yang terukur.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim masa bakti 2025–2030, HM Arum Sabil, menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti arahan gubernur. Ia menegaskan program Pramuka Produktif akan terus dilanjutkan dengan fokus pada isu ketahanan pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pramuka produktif memang mengarah ke persoalan pangan, tetapi tidak hanya itu. Pertanian, perkebunan, dan peternakan terintegrasi akan kami kembangkan, termasuk mengarah pada energi baru terbarukan dan konsep zero waste,” kata Arum.
Menurutnya, Pramuka akan digerakkan melalui kegiatan edukatif dan berkelanjutan agar peserta didik memahami sektor pangan secara utuh, dari hulu hingga hilir, di seluruh kwartir cabang pada 38 kabupaten/kota di Jatim.
“Kami ingin kegiatan yang membuat adik-adik Pramuka merasa nyaman, happy, bahagia, dan tentu berkelanjutan,” pungkasnya. (dev/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




