Kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Aksi demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (14/1/2026) siang, berakhir ricuh setelah massa bentrok dengan aparat kepolisian.
Koordinator aksi, Rohmatullah Siddik, mengatakan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) dan Paguyuban Pemuda Bangkalan awalnya menyampaikan tuntutan agar kepolisian menindak tegas maraknya tambang ilegal di wilayah Bangkalan.
BACA JUGA:
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
- ABK Kapal Kargo Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Bangkalan
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
Menurutnya, dari banyaknya tambang galian C ilegal yang beroperasi, aparat kepolisian baru menindak dua lokasi, yakni di Kecamatan Klampis dan Kecamatan Labang. Sementara tambang di kecamatan lain disebut masih beroperasi tanpa penindakan.
Selain isu tambang ilegal, massa juga menyoroti tingginya angka kriminalitas di Bangkalan, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor dan begal yang dinilai masih sering terjadi.
"Kami datang ke sana baik-baik dan menyuarakan tuntutan tersebut," ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah ban untuk dibakar sebagai bentuk protes. Namun, ban yang sudah dibakar di depan pintu masuk Mapolres Bangkalan dibuang oleh salah satu aparat.
Tindakan tersebut memicu emosi massa hingga terjadi bentrok antara peserta aksi dan anggota kepolisian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




