Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Foto: Kemenhaj
LOMBOK, BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) melakukan supervisi ke Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Asrama Haji Jempong Baru, Lombok, Kamis (15/1/2026).
Gus Irfan menegaskan bahwa kehadirannya ke acara tersebut bukan untuk seremonial.
“Saya datang untuk mendengar langsung persoalan di lapangan. Mulai dari capaian pelunasan jemaah, kondisi Asrama Haji, hingga isu integritas dan tekanan pihak eksternal. Semua harus dibuka apa adanya dan diselesaikan dengan perbaikan sistem,” kata Menhaj Gus Irfan.
Putra KH Muhammad Yusuf Hasyim dari Pesantren Tebuireng itu juga mengingatkan bahwa di bawah Kementerian yang dipimpinnya tak boleh ada jual beli jabatan.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada jual beli jabatan, proyek bancakan, maupun intervensi di luar aturan. Loyalitas kita hanya kepada negara, regulasi, dan jemaah haji. Kementerian Haji dan Umrah dibangun dengan semangat baru. Fokus utama adalah pelayanan terbaik bagi jemaah, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” tegas Gus Irfan.
Menurut dia, jemaah haji telah menunggu lama dan berkorban besar.
“Negara wajib hadir untuk memastikan ibadah mereka terlaksana dengan aman, layak, dan bermartabat. Saya mengajak seluruh jajaran Kanwil dan Kantor Kemenhaj se-NTB untuk berani berbenah dan menjadi bagian dari sejarah pelayanan haji yang bersih dan berorientasi pada jemaah,” tegas Gus Irfan.
.






