Jubir Kemenhaj, Maria Assegaf.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj), Maria Assegaf, menyampaikan bahwa Kemenhaj tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan lahan yang luas, asrama haji diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat penginapan, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jemaah umrah.
Program ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), serta Garuda Indonesia dengan fokus utama memberikan kemudahan dan kenyamanan ekstra bagi jemaah umrah sebelum berangkat ke tanah suci.
BACA JUGA:
- Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Timwas Haji DPR: 5000 Jamaah Haji Reguler Tempati Hotel Bintang 5
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Puncak Haji 1447 H Berakhir
- Hari Tasyrik Ketiga, Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Makkah
- Mobile Crisis Rescue dan 19 Armada Mobil Golf Perkuat Pelindungan Jemaah Haji Selama di Mina
Maria Assegaf menjelaskan, melalui konsep One Stop Services, jemaah umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan Garuda Indonesia dapat memilih untuk berangkat dari asrama haji dengan fasilitas:
1. Bimbingan Manasik: Pemantapan ibadah sebelum keberangkatan.
2. City Check-in: Pengurusan bagasi dan kartu naik pesawat (boarding pass) langsung di lokasi.
3. Layanan Imigrasi: Pemeriksaan paspor yang tuntas di asrama haji.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




