“BMKG tetap menjadi otoritas nasional dalam tata kelola data, validasi ilmiah, dan penyampaian informasi publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama dilakukan secara non-komersial, transparan, dan sesuai regulasi. Dijelaskan pula olehnya, teknologi nowcasting berbasis AI berpotensi dimanfaatkan di sektor kebencanaan, pertanian, penerbangan, maritim, dan energi terbarukan.
Kolaborasi BMKG dan Tomorrow Indonesia akan diperluas ke wilayah lain serta sektor strategis tambahan.
“Penguatan layanan cuaca ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menyelamatkan nyawa dan mengoptimalkan efisiensi ekonomi nasional,” ucap Guswanto.
BMKG menargetkan penerapan di Sumatra dan Sulawesi, termasuk untuk perencanaan tanam petani hingga keselamatan penerbangan.
Studi kelayakan ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama BMKG dan Tomorrow Indonesia yang ditandatangani pada 4 Februari 2025. Pengembangan layanan lanjutan akan dibahas melalui mekanisme dan perjanjian terpisah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




