Tumpahan minyak sawit (CPO) dari tongkang yang mencemari perairan Gili Iyang, Sumenep
SUMENEP,BANSGAONLINE.com - Tim gabungan menerjunkan enam penyelam untuk meneliti dampak tumpahan puluhan ton crude palm oil (CPO) dari kapal tongkang Indo Ocean Marine di pesisir utara Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (29/1/2026).
Tim gabungan tersebut terdiri atas Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dan DLH Kabupaten Sumenep.
Kepala DLH Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf membenarkan tim gabungan telah berada di lokasi dan langsung melakukan penelitian lapangan dengan melibatkan unsur pemerintah pusat hingga daerah.
“Tim gabungan sudah di lokasi. Mereka berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup, DLH Jawa Timur, dan DLH Sumenep,” kata Syahroni.
Ia menjelaskan, tim lapangan dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan tugas masing-masing.
Selain tim penyelam, terdapat tim pengambilan sampel air laut serta tim darat untuk melengkapi data pendukung penelitian.
“Ada tim penyelam, tim pengambilan sampel air laut, dan tim darat untuk kelengkapan data,” ujarnya.
Syahroni menambahkan, kegiatan penelitian di lapangan juga mendapat dukungan dari unsur kepolisian, Polairud, dan Pos TNI AL guna memastikan kelancaran dan keamanan proses pengambilan data.
“Polisi, Polairud, juga ikut di lapangan,” kata dia.
Meski belum diketahui durasi penelitian di lapangan, DLH Sumenep memastikan akan terus berkoordinasi dan siap memberikan dukungan tambahan apabila dibutuhkan.






