Gubernur Khofifah saat Misi Dagang Jatim di Semarang.
SEMARANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana 2026 antara Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, Kamis (29/1/2026). Agenda tersebut berhasil mencatatkan komitmen transaksi senilai Rp3,152 triliun.
Khofifah menegaskan misi dagang ini menjadi langkah strategis memperkuat jejaring perdagangan, memperluas pasar domestik, dan mendorong integrasi rantai pasok antarwilayah.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
“Matur nuwun semuanya, ini menjadi sinergi yang luar biasa. Dari business matching yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan yang bersifat komplementer,” ujarnya.
Ia menyebut, nilai transaksi terdiri atas Jatim Jual Rp2,759 triliun, Jatim Beli Rp296,8 miliar, dan Jatim Investasi Rp96 miliar.

Produk unggulan Jatim yang dipasarkan meliputi rokok, beras, kopi, pakan ikan dan udang, daging ayam dan sapi, gula kristal putih, hingga berbagai komoditas perikanan dan pertanian.
Sementara itu, Jawa Timur membeli kayu bulat, cengkeh, tembakau, tepung tapioka, gula merah tebu, dan sejumlah produk olahan dari Jateng.
“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah,” kata Khofifah.
Komitmen terbesar tercatat pada kerja sama sektor peternakan antara asosiasi pelaku usaha Jatim dan Jateng senilai Rp1,13 triliun per tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




