Pimpin Apel Operasi Keselamatan Semeru 2026, Wakapolres Batu Tekankan Kerja Sama Antarinstansi

Pimpin Apel Operasi Keselamatan Semeru 2026, Wakapolres Batu Tekankan Kerja Sama Antarinstansi Apel Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Mapolres Batu.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Polres Batu melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2-15 Februari 2026. Operasi ini menjadi tahap pendinginan sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 H, dengan melibatkan 5.020 personel, terdiri dari 395 personel Satgas Polda Jatim dan 4.625 personel Satwil jajaran Polri.

Operasi mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui 3 strategi utama, yakni preemtif, preventif, dan represif. Upaya preemtif dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha otobus mengenai manajemen keselamatan, termasuk kampanye melalui berbagai media.

Preventif diwujudkan lewat ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan dan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus. 

Sementara represif difokuskan pada penindakan pelanggaran berpotensi fatal, seperti ODOL, melawan arus, tidak memakai helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, dengan dukungan teknologi ETLE untuk menjamin transparansi.

Pelaksanaan operasi diawali apel gelar pasukan di Lapangan Apel Polres Batu, Senin (2/2/2026), dipimpin Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo. 

Apel bertema 'Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026' diikuti personel Polres Batu dan instansi terkait sebagai bentuk kesiapan bersama menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dalam amanat Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto, yang dibacakan menyatakan bahwa, apel disebut sebagai momentum strategis untuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas lintas sektoral. Kapolda menyoroti kompleksitas masalah lalu lintas, dengan data 2025 mencatat 531 kasus kecelakaan, 10 korban meninggal, 51 luka berat, dan 803 luka ringan. 

Tingginya pelanggaran dan rendahnya disiplin pengemudi disebut masih menjadi tantangan besar. Usai apel, Anton menegaskan komitmen Polres Batu mendukung penuh operasi ini, dan meminta para personel bekerja profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

"Keberhasilan operasi ini tidak tercapai melalui kerja satu pihak saja, tetapi melainkan tergantung pada kerja kolektif bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait,” pungkasnya. (adi/mar)